Standard

I don’t want to marry your son. So please back off and do not stalk my social media.

Nobody ask me if I want to marry or who I want to marry. What if I want to marry a tree? What if I want to be a monk? What if I am a les..hmm..less weight..hmm..err..

View on Path

Mimpi Itu

Standard

Ah saya ingat sekarang.

Waktu SMA aku pernah menulis tentang mimpi, betapa waktu itu semuanya terlihat mudah dan bebas dan betapa cerahnya masa depanku.

Saat ini aku memandang gunung, sawah, dan hamparan langit di depanku dan berusaha keras mencerna apa yang membedakan saat itu dan sekarang. Saat itu aku duduk di kelas 3 SMA dan orang tuaku selalu sibuk dengan membuka bisnis atau sibuk organisasinya. Mereka sangat jarang punya waktu untukku. Yang mereka tau saat itu aku berteman dengan anak anak yang cukup bandel. But they let me as long as I can take care of myself atau aku tetep bisa jaga prestasiku.

Begitupun waktu kuliah yang walaupun berat aku tetap bisa menemukan hal hal yang aku sukai untuk bertahan hidup dan menjadi diriku sendiri

Saat ini usiaku 24 tahun dan aku hampir tidak tau akan bekerja sebagai apa, akan menikah atau tidak, bagaimana masa depanku kelak, dan mimpi mimpi itu sirna karena aku hidup di mimpi orang lain. Aku berusaha mewujudkan mimpi orang tuaku hingga aku tidak tau apa yang aku lakukan tanpa mereka. Dan pada akhirnya aku tidak punya mimpi, cinta, dan kebebasan.

Pada semester 5 aku pernah ditanya tentang apa cita citaku. Ku bilang, aku ingin bisa membantu orang lain mewujudkan misinya. Dan saat itu aku sangat dekat dengan Ria Octaria Ayundy, wanita kecil perkasa dengan segudang talenta. Aku ingin membantunya menyelesaikan tugas tugas interiornya, menjadi satu team, dan mewujudkan misi misinya. Dan aku bisa melakukannya karena aku ingin melakukannya.

Be careful of what you wish for. Begitu kata orang. Karena saat keinginanmu dikabulkan, mungkin saat itu keinginanmu sudah berbeda. Kadang keinginanmu menjadi ujian bagimu sendiri. Sanggupkah kau bertanggung jawab atas permintaanmu ketika kau tak menginginkannya lagi?

Aku terjebak pada doa dan harapan yang ku buat sendiri.

Turki, 10.37 am, 17 April 2016

Everybody is changing and I don’t feel the same

Standard

It’s good to be back on the right track. I am so dizzy with those mixed energy without synergy. People are really so hard to understand these days.

Pusing ya baca quotesnya orang-orang. Katanya gapai mimpimu, jangan gapai mimpi orang tuamu. Hhh…mereka sih nggak ngerti orang tua saya. They are the kind of parents who really hard to understand. They want me to get married, but they don’t want me to marry the one I want. They want me earn money, but they don’t let me out from this city. Dan masih banyak lagi.

Masih lebih ngebingungin lagi orang-orang yang dulu saya kagumi. I adore them because of their personality and their character. Tapi belakangan saya tau how they treat other people is not any better than anyone else yang nggak saya kagumi. They changed into someone I don’t even understand how possible the think of that way. They don’t want me to go, but the take me for granted for the company.

Dan yang paling saya nggak ngerti adalah saya nggak paham why I still stand for these people. Rasanya dari sekian banyak orang yang nggak saya pahami, saya paling nggak tau diri saya sendiri.

Standard

Sebenernya nggak susah komunikasi. Yang menghalangi dan membedakan itu niatnya. Kalo emang niat berkomunikasi, minta baik baik, semua pasti baik baik aja. Di luar itu, kalo sampe menyalahkan komunikasi, berarti bukan salah komunikasinya, yang salah usernya. Selamat pagi 🙆

View on Path

Standard

Well, akhirnya memutuskan untuk mandi supaya tidak dikira illegal immigrant 😐

I am so surprise yet very happy knowing this hotel use reusable tissue while I know in Indonesia those things are way too difficult to find and the price are not affordable, so Indonesian people would rather use the conventional tissue though they know the impact of their environment. Hh..

Now I know why living cost in Europe are damn high…That’s why they invite a lot of students to learn here with less education cost but they really make the students poor with the living cost rate. But I don’t know if there are any conditions for student to get things easier or in a cheaper price.

But I like it here. It is a nice country, clean, dicipline, and concern about their environment. at Hotel Galilei

View on Path

Standard

Sejak turun dari pesawat belum berani makan sesuatu yang bermakna karena takut nggak halal. Untungnya mama saya yang super ini bawa rendang, sambel goreng ati, pop mie, bawa rice cooker, tak lupa pula bawa beras. Tapi walopun begitu, baru sehari disini saya sudah pilek dan cincin yang di tangan udah longgar, tanda bahwa berat saya turun. Jadilah belok ke restoran China yang mudah mudahan halal 😂😂 – at Ristorante Cinese Pechino

View on Path

Standard

Awal Juz 6 Surat al Nisa ayat 148 yang berbunyi: لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما artinya: Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Ayat ini “melegalkan” perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam “doa”. Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias “tokcer” langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi: “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari). Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.

Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan: ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا. Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa. Sungguh Indah Ajaran Mu ya Rabb….
Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita..
Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini..

Goodnight, good people. Be honest and stay positive 😇

View on Path