Dear Jodoh, Apakah Kamu Makhluk Luar Angkasa?

Standard

“Jadi, perbandingan cewek dan cowok di Indonesia ini 1:1,5, Mel. Jadi kesempatan cewek untuk mendapatkan pasangan lebih besar daripada cowok. Justru cowok itu punya kesempatan nggak dapet pasangan. Itu sudah dikurangi sama yang lesbi dan yang homo. Jadi kira kira 2 cewek diperebutkan 3 cowok. Kamu jangan kuatir. Toh kamu ngga ada kriteria aneh kaya si (sebut nama temen) yang kalo cari jodo harus dokter. Hahaha,”

“Gitu ya,”

“Belum lagi masih ada yang poligami. Dan yang poligami lebih banyak dari poliandri,”

“Gitu ya.”

Part 1

Dear Jodoh,

Seperti yang kita ketahui, begitulah kita diciptakan berpasang-pasangan. Sejauh-jauhnya jarak dan waktu, ketika Allah berkata “Jadilah” maka pasti akan bertemu. Jika Allah berkehendak pasti akan terjadi. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Tapi bagaimana jika kita tidak mendapat restu? Bukankah restu menjadi bagian penting bagi dua insan yang mencari ridho Illahi sementara ridho orang tua adalah ridho Allah?

Tapi kita juga tau restu bukan bagian dari takdir. Restu bisa didapat dengan usaha. Jadi usahakan apa yang menurutmu akan membawamu lebih dekat ke surga. Aku, misalnya. Jika menurutmu aku bisa membawa kita lebih dekat ke surga, maka perjuangkanlah aku. Kau tau, Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Maka berprasangka yang baiklah padaNya. Kau tau, hambaNya akan mendapatkan sesuai apa yang hambaNya niatkan. Maka berniat baiklah untuk kita. Sebaik-baiknya niat adalah niat karena Allah ta’ala. Maka bersungguh-sungguhlah mencariku karena Allah ta’ala.

Mungkin dalam kehidupanmu selama ini kamu juga pernah merasakannya. Tidak mendapat restu atas perjuanganmu. Mungkin kamu berjuang dengan cara yang kurang tepat. Mungkin kamu berjuang di waktu yang belum tepat. Mungkin kamu memperjuangkan orang yang kurang tepat. Karena jika ada yang kurang tepat, itu adalah kesalahan kita sebagai hambaNya. Jika ada hal yang tepat, tentulah itu milik Allah semata.

Dear jodoh, apakah sekarang kamu masih memperjuangkan orang yang bukan aku? Apakah kamu masih berjarak sejauh itu denganku? Apakah kamu masih belum merasakan kehadiranku atau pertanda bahwa kamu akan segera bertemu denganku? Kamu tau, jodoh sudah ada yang mengatur, jika kita tidak segera bertemu, mungkin kamu sulit diatur, atau mungkin aku yang sulit diatur, atau mungkin kita berdua sulit diatur.

Seperti apakah kamu? Apakah kamu orang yang kukenal? Apakah kamu yang selama ini ada dalam doa-doaku? Apakah kamu berada di frekuensi yang sama? Atau jangan-jangan kamu adalah makhluk luar angkasa? Jika mungkin sebelumnya kamu pernah tidak direstui karena berbeda agama, berbeda status sosial, berbeda jumlah harta, lalu bagaimana kita akan direstui jika kita berbeda dunia?

Entahlah. Memikirkan perihalmu membuatku sedikit sakit jiwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s