Menentukan?

Standard

“Manusia berencana Allah yang menentukan”, they said.

Ada yang hilang rasanya di kalimat itu. Allah menentukan karena Allah tau yang tidak kita ketahui.

Allah menentukan berdasarkan apa yang baik untuk kita.

Allah menentukan karena Allah melihat usaha hambaNya mengubah nasib mereka.

Allah menentukan dan memberi kesempatan hambaNya untuk berusaha.

Tapi manusia seenaknya saja menentukan dan menyalahkan Allah atas apa yang terjadi. 

Apa mereka sudah berusaha?

Apa mereka memberi kesempatan kepada sesama?

Apa mereka mengetahui apa yang terjadi sebelum dan sesudah kita?

Manusia kadang menutup mata dan hati, kemudian menjadi tidak manusiawi. Berkata waktu akan memulihkan semua ini. Padahal bukan waktu. Padahal Allah yang memulihkan. Dan Allah melihat bagaimana hamba-hambaNya saling mendzalimi.

Astaghfirullah al adzim..

Wallahu ghafurur rahim..

Wallahu samiun alim..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s