Standard

Schedulenya hari ini melintasi tiga propinsi, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, dan bongkar muat barang-barang di Madiun, Jawa Timur. Abis selesai muat barang, lanjut lagi perjalanan ke Surabaya setir sendiri karena mau ke Medan via Juanda.
Well, pelajaran yang saya petik dari perjalanan ini salah satunya adalah ketika saya ketemu sama orang yang anehnya secara otomatis tanpa ditanya akan selalu nyebutin merk bajunya, dimana belinya, serta harganya. Sejujurnya saya agak risih sih dengan yang kayak gitu. Jadi menurut pandangan saya, kalo dia menilai segala sesuatunya dengan merk dan harga, dia juga akan menilai orang lain bukan dengan nilainya tapi dengan apa yang ada di luarnya. Naudzubillahi min dzalik, padahal itu semua nggak dibawa mati. Nanti juga di alam kubur nggak ditanya kok baju-bajunya beli dimana, merknya apa, harganya berapa.
Walaupun, waktu saya kecil di pelajaran bahasa daerah ada pepatah bahasa Jawa,“Ajining raga gumantung saka busana”, yang artinya harga diri bergantung pada apa yang kita kenakan. Ternyata begitu saya dewasa, saya juga nggak sepenuhnya setuju sama cara penilaian begitu. Menurut saya, sangat nggak wise sih ngejudge orang dari apa yang dia pake. Jangankan ngejudge berdasarkan apa yang dia pake, ngejudge orang lain aja bukan jadi hak kita kok. Kita ini siapa punya hak ngejudge orang lain sementara kita mungkin lebih hina dari dia

Sedih aja. Mudah-mudahan dengan ini kita selalu saling mengingatkan, tidak marah ketika diingatkan, supaya kita tetap berada di jalan yang benar. Tidak menyombongkan diri dengan harta benda duniawi, jangankan harta benda duniawi, terhadap ibadah kita saja kita nggak boleh sombong, apalagi harta benda yang nggak dibawa mati.
Sekedar sharing. Bukan bermaksud menggurui atau bahkan sok suci. Please correct me if I’m wrong.
Salah satu hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik dalam setiap perjalanan adalah pengalaman-pengalaman yang bisa dibagikan seperti ini. Karena kadang karena kita stagnan berada di suatu tempat tertentu dalam kurun waktu tertentu bersama orang tertentu membuat kita sulit membuka pikiran, membuka mata, dan tidak mau belajar. – at Stasiun Yogyakarta Tugu

See on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s