Bagian Tersedih

Standard

Saya rasa bagian tersedih dalam sebuah cerita adalah cerita yang pada akhirnya pesannya tidak tersampaikan. Tidak tersampaikan unek-unek dan pendapatnya. Tidak tersampaikan usahanya. Tidak tersampaikan perasaannya. Tidak tersampaikan maksudnya.

Saya ingin memiliki keluarga. Seorang suami dan anak-anak. Tapi tersekat restu. Sementara apa yang lebih penting dari restu orang tua ketika Allah hanya akan memberikan restu jika orang tua kita meridhoi. Tapi saya begitu mencintai pemuda ini karena Allah. Dalam gambaran masa depan saya, saya mungkin bukan saya yang sekarang memiliki jam terbang dan mobilitas luar biasa, tapi saya merasa saya lebih berarti ketika berdampingan hidup sebagai istri, belajar dan sama sama belajar saling mendukung untuk menjadi insan yang lebih baik dalam dakwah agama Islam, menjadi inspirasi bagi yang lain bahwa semua hal di dunia ini bisa diperbaiki, bisa diusahakan, dan Allah merubah takdir hambaNya yang mau berusaha.

Bukan bukan iba. Bukan karena latar belakangnya. Karena saya tau, ada potensi dalam dirinya menjadi lebih baik dalam mendekatkan diri pada Penciptanya. Karena siapapun saya dan latar belakang saya, tidak melemahkan hati kecil saya bahwa saya sudah memutuskan, perjuangan saya ada di jalan Allah, bukan mencari yang lebih baik dari saya tapi yang menjadikan kami pribadi yang lebih baik.

Semoga ini bukan menjadi bagian tersedih.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s