Tour Leader Story (Part 3)

Standard

Biasanya saya bikin postingan Ask Me tapi bukan sebagai tour leader. Sekarang saya bakal bikin postingan Ask Me, pertanyaan-pertanyaan umum jamaah yang suka bikin saya bingung buat jawab. Tapi jawabnya sekenanya ya. Haha, kan nggak lagi ngejawab pertanyaan jamaah. Kalo jamaah langsung yang tanya, niscaya saya akan mendongeng…

#1 Aslinya mana?

Hm, dari dulu saya paling susah jawab ini. Bukan karena jawabannya. Tapi karena terusan pertanyaannya jadi panjang. Saya lahir di Padang Sidimpuan, 15 Desember 1991. Tapi nggak bisa bahasa sana karena saya cuma numpang lahir.

#2 Jadi kalo gitu tinggal dimana?

Tinggalnya pindah-pindah tergantung ada acara apa. Tapi alhamdulillah sebelum dicoret dari KK, saya masih tergolong ikut orang tua saya di Madiun. Hm, karena papa saya PNS dan penempatannya di Madiun. Mama saya juga tinggal di Madiun.

#3 Apa hubungannya sama Makassar? Kok Global ini pusatnya di Makassar?

Emm..itu bermula dari…ah ceritanya panjang. Intinya mama saya kenal sama yang punya, kemudian jadi jamaah, kemudian jadi perwakilan, kemudian saya jadi tour leader.

#4 Jadi masih ada hubungan saudara sama yang punya travel Global Makassar?

Iya, saudara satu nenek buyut. Adam dan Hawa.

#5 Sering banget ke Arab, mau cari jodoh orang Arab ya?

Nggak. Orang Arab sekarang jahat. Nggak bermaksud mendeskreditkan Rasulullah SAW, tapi yang saya tau dan saya alami sendiri, mereka nggak baik.

#6 Sudah menikah apa belum?

Belum.

#7 Masih kuliah apa sudah lulus?

Sudah lulus.

#8 Kuliah jurusan apa? Dimana?

Jurusan International Business Management. Di Universitas Ciputra, Surabaya.

#9 Berapa bersaudara?

Dua.

Hmm, itu sih most questioning questions. Dilanjutkan dengan perkembangan pertanyaan-pertanyaan sejalur yang makin melebar jawabannya. Iya, saya ini bisa dibilang suka krisis identitas kalo ditanyain aslinya mana. Pasti orang bakalan heran sama tempat lahir saya, mama saya yang Jawa dan papa saya Cina, kakak saya yang ada di Amerika, tempat tinggal saya yang nggak jelas tiap ditanya beda jawabannya lagi dimana, hubungan antara saya yang berasal dari multikultur itu dengan travel Makassar yang bikin saya jadi tour leader, dan saya yang belum menikah tapi nggak mau dapet orang Arab padahal kesempatannya terbuka lebar.

Hhh. Begitulah.

Saya tadi siang baru aja dipukul dari belakang sama orang Arab. Bikin saya jadi makin ilfeel. Sebelumnya juga saya pernah terjebak di lift sama orang Arab dan langsung dipeluk dan dicium yang segera saya berontak sebelum dia bertingkah lebih lanjut. Karena hal itu juga saya pernah berniat berhenti jadi tour leader. Saya juga sering dilamar orang Arab saat itu juga. Mereka bilang bisa menafkahi saya dengan berlimpah ruah tanpa saya harus capek-capek bekerja sebagai tour leader. Ada juga yang waktu saya lagi beli barang trus kedip-kedipin mata sambil manyun-manyun ngegodain. Wededededeh, najis.

Kejadian-kejadian yang nggak menyenangkan begitu kalo keinget bikin miris, jadi kadang saya keluar pake cadar, supaya nggak diganggu. Dan sejak hari itu saya nggak lagi ramah sama mereka. Senyum enggak. Liat muka mereka juga enggak. Saya juga sudah diwanti-wanti sama mutthawif-mutthawif saya supaya nggak terlalu ramah dan senyum, lebih banyak acuh aja sama mereka. Begitulah kenyataannya. Jangan ketipu sama muka Arabnya, nggak semua orang Arab berperilaku Nabi Muhammad.

Segitu dulu cerita saya hari ini, ya. Lagi nungguin buka puasa nih. Saya melakukan hal yang lain dulu. Mehehehee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s