Trus Kalo Orang Bilang Begitu, Kenapa?

Standard

Tentang hidupmu. Kalo ada orang yang memberikan pendapat, memberi asumsi, menyimpulkan, menghakimi, cuma karena orang yang bilang kayak gitu, bukan berarti apa yang mereka bilang itu bener kan? Trus kalopun yang mereka bilang itu bener atau salah, terus kenapa? Apa dunia ini akan berubah sesuai apa yang mereka bilang? Dunia bisa aja ribut senyinyir mulut-mulut nggak bertanggung jawab, mendadak jadi ahli agama, paham segala macam ilmu, berlogika yang dibenarkan oleh otak mereka sendiri, berkata mereka bertindak sesuai ilmu yang mereka miliki, tapi apa yang jadi misteri hati, masa depan yang akan terjadi, tetap kuasa Illahi.

Hari ini juga.

Saya lagi capek, lemes, dan banyak pikiran. Tiba-tiba ada orang yang ngomong tentang saya dan menyimpulkan tentang tindakan yang saya ambil berdasarkan asumsinya sendiri. Mau menyanggah kok ya rasanya buat apa. Sanggahan saya mungkin tidak menggenapkan. Toh di dunia ini ada kok Yang Maha Tau. Buat apa kita meladeni orang-orang yang ngomongnya tinggi selangit sampe lupa turun, mungkin udah mau ikut Isra Miraj sama Rasulullah SAW kali.

Beberapa tahun yang lalu, saya post berseri-seri tentang Kata Orang Hidup Saya Bahagia yang bisa kalian temukan di pages blog ini. Yang baca dengan pikiran terbuka pasti ngerti apa maksud saya. Hanya karena saya ngepost dengan gaya bahasa yang santai dan nggak peduli apa kata orang, apalagi dengan judul Kata Orang Hidup Saya Bahagia, bukan berarti lalu hidup saya penuh dengan pesta bahagia.

Siapa yang tau berapa kali saya berantem sama kakak saya dan sedih banget ketika orang bilang saya “manis”, sementara kakak saya “cantik”. Kalo sekarang diceritain sih jadi lucu dan bego. Tapi pada paham nggak betapa sakitnya anak kecil yang punya masa kecil kayak gitu? Udah rambutnya nggak tumbuh, mukanya kucel, om-om saya bahkan manggil saya kayak singa laut atau “klamudan pelok” (bahasa jawa buat mangga yang udah dikulum-kulum tinggal biji dan serabutnya), seumur hidup dibandingin sama kakak saya yang bak Ibu Kita Kartini, emang enak?

Siapa yang tau berapa kali saya minder karena masa kecil yang kayak gitu? Mama saya selalu lihat kakak saya dengan tatapan yang beda dengan saat mama liat saya. Berapa kali saya bilang ke kakak saya,”I know she loves you more than me”, karena saya iri sama kakak saya.

Sekarang liat saya udah besar, bisa diliat orang, saudara-saudara yang dulunya cuma tau nama saya dan anggep saya sebelah mata sampe nanya,”Kok beda banget sekarang?” sambil ngeliat saya takjub. Iya, singa laut yang dulu udah berubah jadi manusia ya?

Saya sempet cerita soal ini ke Direktur saya, Tante Tiara, beliau sampe ketawa ngakak. Saya pun cerita dengan santai dan ikut ketawa. Itu toh sudah masa lalu yang saat ini sudah menjadi bagian dari diri saya. Hanya karena judulnya ada kata “bahagia”, bukan berarti saat itu hidup saya bahagia.

Ada juga cerita soal saya yang berumur berapa taun itu ketauan lagi makan eek saya sendiri. Ya kalo sekarang saya ceritain juga ngefeknya apa. Toh itu eek yang sudah saya makan udah jadi eek lagi dan mungkin sudah berkumpul bersama dengan eek-eek lain di samudra sana (hah ini kenapa jadi ngomongin eek sih). Tapi kalo waktu TK saya cerita itu sama temen-temen saya, niscaya saya pasti dicap sebagai pemakan eek dan fix nggak punya temen.

 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Apapun yang sudah terjadi di masa lalu sampai hari ini, membentuk karakter dan pribadi saya hingga saat ini. Dan dari metamorfosis yang terjadi dalam hidup saya, saya bersyukur karena diberikan kemampuan untuk memaknai dan menghargai prosesnya. Dengan adanya saya saat ini, okelah walaupun saya masih selalu minder sama orang yang lebih cantik, seenggaknya saya mau berpikiran terbuka, belajar, bahwa apapun yang terlihat buruk pada saat itu, bukan jaminan selamanya akan menjadi hal yang buruk, apalagi hanya karena “katanya orang”. Dan apa yang terlihat baik pada saat itu belum tentu selamanya akan menjadi yang terbaik. Akan ada hal-hal lain yang menyamai kebaikannya atau bahkan melampauinya.

Jangan sombong. Jangan pedulikan apa kata orang. Berjalanlah di jalan yang lurus. Berpegang teguhlah pada nilai-nilai positif yang membuatmu teduh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s