2 Tahun

Standard

Nggak kerasa telah sampailah The Kumans pada berita yang nggak itu-itu aja, setelah sejak 2012 ceritanya menye-menye, mulai dari twitwar sampe kena limit di twitter, cerita PHP sana sini, ditinggal nikah, dijodohin, jadi kutu loncat sana sini, dan drama-dama lainnya. Dua tahun kemudian, di tahun yang sama, 2014, satu per satu kebahagiaan mulai dateng dan badai mulai berlalu. Sebenernya mungkin bukan berlalu, tapi berpindah tempat, rotasi. Ada kalanya badai itu bakal balik lagi, bertransformasi dalam bentuk yang lain, dalam kondisi kita yang sudah berbeda. Maksudnya kita yang lebih kuat.

Tiga pria yang kata Mynt,”Jangan takut, akan selalu ada 3 pria yang selalu ada di belakangmu,” pelan-pelan mulai buka hati dan membuktikan kalo mereka bukan homo. Kojack, setengah jiwanya saya sekarang udah sama dedek cantik mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi salah satu kampus di Malang. Sekarang kalo ditanyain orang,”Bukannya Melva sama Kojack?”, kita bisa jawab,”Bukan, kita pasangannya beda.”

Jadul, yang lama move on dari cinta tak kesampainnya, akhirnya menemukan cinta baru. Doi bisa lebih bahagia dan keliatan lebih…ya nggak muda sih..tetep tua. Doi pun bisa update moment di path with si cewek. Dan Raina berbahagia sejahtera, memasak untuk mas Denny, menyemangati cowoknya supaya cepet lulus, bekerja, dan menghalalkan Raina. Sementara kabar sedih dateng dari Mynt. Doi yang setelah gulung koming, kayang, koprol, sambil bilang “wow funtastic baby dance,” 3 tahun menunggu mantan pujaan hati dan PDKT sejak sebelum masehi, akhirnya baru 2 bulan pacaran kemudian putus.

Ngomongin soal putus, kata mas Primo temen kerja saya, cuma ada dua alesan, yakni akan menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan pasangannya. Apalagi kalo alasannya,”Kamu terlalu baik buat aku,” dan “Kamu berubah.”

Ngggh.

Alhamdulillah, semoga kita selalu baik-baik saja. Selalu kuat dan saling menguatkan dalam setiap keadaan. Berbagi dalam susah senang. Saling mendoakan untuk kebaikan dan kebahagiaan.

Ngomong-ngomong soal yang lain dan pasangannya, saya pernah bilang mau cerita tentang pasangan saya kan?  Cowok yang lagi bikin saya bahagia, yang bikin saya kagum sama kebijaksanaannya, kesabarannya, caranya dalam menyikapi hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, kemauannya untuk terus berjuang jadi lebih baik, yang bikin saya jatuh cinta dan menyebutnya dalam setiap doa, yang bikin saya meminta ending yang indah sama Allah dan memantaskan diri supaya saya didekatkan dan dijodohkan sama dia, yang bikin saya mau belajar lagi tentang banyak hal, yang bikin saya kalo mau ngapa-ngapain mikir dulu (selama ini bego soalnya saya), yang bikin saya bisa tidur cepet setelah sejak kecil saya selalu insomnia, alhamdulillah.

Namanya, Ainudin Defira Hamesurogo.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s