Standard

Kangen kakak saya. Kangen dia manggil-manggil saya,”Dek..dek..dek mep..mep..mepaa..” sampe dia stress. Padahal saya denger. Cuma biar dia ngomel aja.
Kangen pake baju-bajunya dia. Kangen kelaperan sama-sama, diem-dieman di mobil saking lemes, dan ngabisin korean bbq saking kelaperan. Kangen nyolongin makanannya dia yang dia simpen di bawah lemari meja belajar jaman SMA. Kangen ngeliatin dia sibuk menjahit, memasak, mengerjakan PR, dan lain lain sambil nggak bisa berhenti gigitin lidahnya sendiri. Kebiasaan yang aneh. Kangen ngebully dia bareng mas Medi. Kangen ngatain guyonannya yang garing. Dulu saya iri sama dia karena saya pikir mama saya lebih sayang sama dia karena dia lebih cantik, lebih bisa semuanya. Tapi ternyata saya salah, mama saya ternyata….nggak sayang sama dua-duanya (loh?).

Kemudian diusir.

Kangen diajarin dia naik motor, diajarin naik mobil, tapi dia nggak pernah ngajarin saya bikin PR, dia sering saya suruh nyalin catetan soalnya tulisannya doi bagus. Kangen liat dia nampar orang yang jahat sama saya. Kangen renang sama-sama. Kangen liat dia dimarahi mama trus saya ketawa ketawa.

Dia curang. Sekarang saya dimarahin sendirian.

You don’t know how much I miss you. And I know how it feels like without you here. – with Rani Ayunda Diana

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s