Jadi Dewasa

Standard

Ini cuma perasaan saya aja atau memang semua orang ngerasain bahwa makin gede kita semua makin sensitif? Kita yang sensitif atau memang dituntut untuk peka?

Dulu, saya bukan tipikal orang yang bakal peduli sama hidup. Tipikal anak manja yang mikir kalo selamanya bakal hidup sama mama papa saya. Nggak mikir mau nikah sama apa, mau hidup gimana, tapi pada akhirnya semua orang akan dibawa ke titik yang sama. Titik dimana kita dituntut untuk sadar kita mulai dewasa.

Beberapa orang menolak untuk tumbuh dewasa. Menginginkan permainan anak-anak yang sudah tidak sewajarnya dilakukan orang dewasa. Beberapa orang dewasa lebih cepat. Tidak menginginkan permainan anak kecil pada umumnya.

Are we really sorry or we just regret being an adult?

Tapi emang bener. Coba dulu, dihadapkan pada permasalahan yang nyata toh bukan urusan kita, jadi cuek aja juga udah ada yang ngurusin. Tapi sekarang, apa kita mau pura-pura nggak tau, pura-pura nggak peduli dengan apa yang sebenernya kita tau dan kita termasuk di dalamnya?

Walaupun sebenernya saya menganut paham bahwa masalah tidak harus selalu dipecahkan. Tidak semua yang bisa dipecahkan harus dipecahkan. Gelas misalnya.

Sorry, salah fokus.

Bahkan kalo memecahkan berarti membeli.

Sorry😥

Tampaknya saya perlu istirahat biar nggak salah fokus melulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s