Economy

Standard

Here post about myself (as usual) who can’t ever understand about economy although I’m a student of International Business Management major.

First thing first.

Sejak kecil, saya nggak pernah ngerti tentang saham dan karena saya nggak ngerti makanya saya nggak peduli. Trus saya juga nggak ngerti tentang berita di TV tentang rupiah menguat atau melemah, saya lebih milih nonton Oscar de La Hoya tinju. Waktu SD, pelajaran IPS masih menyenangkan bagi saya, saya juga masih pinter karena selalu dapet ranking 1 selama 6 tahun. Tapi nggak lama setelah itu, saya nggak suka itung-itungan, karena pelajara makin susah di SMP.Kemudian beranjak SMP, yang saya inget dari pelajaran ekonomi adalah adanya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Beranjak SMA, saya bukannya makin pinter tapi makin bego karena nggak bisa baca kurva. Dari sekian banyak hukum ekonomi, yang paling saya inget cuma tiga; Hukum ekonomi, pemintaan, dan The Law of Diminishing Return. Sampai di bangku kuliah, ke-enggak-ngertian saya sama ekonomi makin parah ditambah lagi waktu semester 1 saya dapet kelompok yang super amburadul dan saya harus ngerjakan tugas kelompok sendirian karena yang lain bertebaran kemana, mungkin ke luar angkasa atau ke kutub utara. Pada akhir semester 1, nilai Economic for Business saya dapet D dan saya harus ngulang di semester pendek karena failed.

Begitu pula di mata kuliah yang lain, saya harus ikut pelajaran tambahan privat Intro to Accounting. Dan saya parah dalam Cost Accounting di semester 2, Math for Buss, Statistic di semester 3, Managerial Economic di semster 4, sampe akhirnya di semester 5 saya agak bisa bernafas lega karena nggak ada pelajaran itung-itungan. Nilai saya di semester 5 jauh melampaui perkiraan.Yah walaupun semester ini turun lagi. Sampe pada suatu hari dosem pembimbing saya bilang,

“Setelah saya amati, nilai kamu di setiap mata kuliah ekonomi nggak terlalu bagus ya, beda sama nilai di mata kuliah selain ekonomi, seperti General English, Cross Culture, Business Communication, Basic Natural Social Science, dan beberapa mata kuliah yang bukan ekonomi. Sekarang saya percaya kalau kamu salah jurusan”

Yah, itu kata dosen pembimbing saya, Pak Widjaja Hartono, dan no offense, memang bapak itu bener kok, kalo saya memang nggak ada passion di bidang ekonomi. Banyak lulusan ekonomi, sarjana ekonomi yang lebih pinter dan sangat amat jauh lebih pinter dari saya yang I can’t even compete with them, di Indonesia, Indonesia doesn’t need me. Terlebih lagi saya nggak pinter dalam itung-itungan, saya nggak suka bisnis, saya nggak bisa nawar barang di pasar kayak emak-emak atau bahkan tacik tacik cina di pasar atom.

Orang bilang, nggak ada di dunia ini yang kita nggak bisa kecuali kalo kamu yang memilih untuk nggak mau belajar. Intinya adalah, kita harus belajar. Oke saya akui saya salah karena saya nggak mau belajar. Dan itu bukan berarti saya nggak mau mempelajari hal lain selain ekonomi. Masih banyak hal yang pengen saya pelajari, saya pengen belajar masak, belajar main gitar, belajar nyanyi, belajar bikin video, belajar edit video, belajar eddit foto, belajar bahasa Inggris, belajar bahasa prancis, belajar teater, belajar dandan, dan masih banyak hal yang pengen saya pelajari SELAIN ekonomi.

Itulah kenapa, saya masih pengen sekolah lagi, di tempat yang saya suka, dengan jurusan yang saya suka. Jadi, tolong doakan ya semoga saya dapet kesempatan buat mencapai cita-cita. Yah walaupun sampe sekarang cita-cita saya belum saya temukan, karena saya bukan tipikal orang yang ambisius.

Pesen saya buat adek-adek di luar sana, yang baca tulisan ini, jangan sia-siakan masa muda kalian dengan buang-buang waktu, maen-maen sama pacar, males-malesan di kamar, buang duit orang tua dengan keluyuran tanpa pernah belajar. Jangan pernah sia-siakan potensi kalian di masa muda, karena kalian nggak akan pernah bisa balik ke masa itu lagi untuk memperbaiki kesalahan kalian. Kita nggak punya mesin waktu kayak doraemon, kita bukan film yang bisa di rewind, pada akhirnya satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah terus bergerak maju dan nggak melakukan kesalahan yang sama.

See ya. Peace out!

5 responses »

    • Halo, makasih atas perhatiannya. Alhamdulillah aku sekarang kerja sambil juga belajar jadi wirausahawati hihi. Mudah2an kita semua sukses dunia akhirat. Allahumma aamiin.

      • Makasih sudah komen disini jadi aku inget masa masa lebih susah dari sekarang. Kadang setelah kita lewatin kita baru inget apa nggak inget kalo kita pernah ada di keadaan itu. Hihihi.

      • Haha bener.
        Yang penting sekarang kita bisa ambil positifnya aja pelajaran di masa lalu yang berharga buat sekarang. Sukses terus😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s