Percaya

Standard

Antara bego, baik, polos, dan sayang itu bedanya tipis. Karena beda yang tipis itu, kadang kita jadi gampang dibegoin orang karena gampang percaya. Untuk beberapa kali kita jatuh karena salah percaya, itu wajar. Asalkan setelah kita jatuh, kita mampu belajar dari pengalaman.

Dengan adanya pengalaman, kita akan lebih waspada dalam menjatuhkan pilihan untuk mempercayai. Tapi akan lebih baik untuk menetapkan standar dan batas aman seberapa jauh kita melangkah agar tidak salah. Jarak itu perlu. Untuk mengetahui kita tidak terlalu dekat dan tidak menjauh kemudian hilang.

Dalam keterpurukan, saya belajar untuk lebih mempercayai diri saya sendiri dan bergantung pada diri saya sendiri. Karena dengan mengandalkan orang lain, kita justru akan jadi semakin lemah karena terbiasa bergantung.

Pelan-pelan semua yang memang seharusnya ada untuk kita, meskipun pernah hilang pasti akan kembali dengan berbagai macam cara. Yang perlu kita lakukan hanyalah kembali percaya. Berani membuka hati dan memberi kesempatan pada yang akan hadir untuk memberi pelajaran baru.

Tapi apapun yang terjadi, sesusah apapun kita mempercayai orang lain, tetaplah jadi orang yang bisa dipercaya dan jangan mengecewakan orang lain. Jangan lakukan apa yang kamu nggak mau orang lain ngelakuin itu juga ke kamu. Jadilah konsisten dalam perkataan dan perbuatan.

Trust a life a little bit🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s