Monolog

Standard

Kamu berpikir untuk apa semua ini.

Berusaha keras membuat orang bahagia sementara kamu tidak memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk merasakannya.

Kamu tertawa karena membuat orang bahagia, kamu bahagia untuk kebahagiaan mereka. Tapi tidak ada yang berjuang untuk kebahagiaanmu sendiri.

Kamu bohong pada dunia dengan berkata bahwa kamu baik-baik saja. Menyimpan rahasia yang kamu bilang hanya bersifat sementara.

Untuk sesaat kamu menyimpan semuanya.

Tapi tidak bertahan lama. Karena kemudian kamu menyalahkan keadaan, menyalahkan waktu, menyalahkan semua yang ada di sekitarmu. Bertanya-tanya apa yang salah pada mereka tanpa menyadari apa yang berubah menjadi salah pada dirimu.

Bahwa kamu tidak pernah memberi kesempatan pada dirimu untuk diperjuangkan karena kamu selalu memperjuangkan.

Bahwa kamu tidak pernah memberi kesempatan pada dirimu untuk ditolong karena selalu menolong.

Berharap kalimat ‘baik-baik saja’ akan menolong dirimu sendiri. Yang kamu tau kalimat tersebut sekedar omong kosong.

Kamu bilang, kita semua sibuk mencari kebahagiaan padahal sebenarnya kita semua sudah bahagia, hanya saja kita tak pernah menyadarinya.

Dan semua orang percaya. Karena seberapa pahit yang kamu simpan dan kamu rasakan, kalimatmu selalu benar. Menolongmu menjadi pengalih perhatian ketika orang bertanya,’Apa kabar?’

Dari kamu, untuk kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s