On Vacation (From Coast to Top: Pantai Goa Cina & Bromo Special Edition Part 2)

Standard

Resolusi Bromo 2013

Resolusi Bromo 2013 by Melva Sabella

Nah, kemaren sampe disini kan?

Jadi, setelah kita ospekin mobil imut itu dengan perjalanan ke Pantai Goa Cina kayak yang udah kalian baca di sini, besok malemnya kita berangkat ke B to the R to the O to the M to the O again. BROMO!

Keberangkatan kita ke Bromo kali ini beda personil sama perjalanan sebelumnya, kalo sebelumnya kita pergi bareng Hani, kali ini kita pergi sama Jadul. Mari kita kenalan dulu sama personil vacation kali ini.

Ini Jadul.

Ini Jadul. Bisa ditemui di twitter dengan username @nandhajadul

Ini Kitto. Si cina ampyang.

Ini Kitto. Si cina ampyang. Bisa ditemui via twitter dengan username @corneliuz21 tapi dilarang keras untuk menyepik karena doi sudah punya cewek yah.

Ini Mynt. Si brondong berkumis.

Ini Mynt. Si brondong berkumis. Bisa ditemui di twitter via @herlyaga28

Ini Kojack.

Ini Kojack. Bisa ditemui di twitter via @kojack_14

Dan ini Melva.

Dan ini Melva. Bisa ditemui dengan perjanjian via manajer yang sementara ini belum punya..jadi ya..gitu deh.

Udah direncanain sebelumnya berdasarkan run down yang dibikin sama Event Organizer (ini acara apaan sih), kalo kita bakalan berangkat jam 11 malem. Tapi beberapa jam sebelum keberangkatan, si Jadul dapet sms dari salah seorang koleganya (yang entah itu berupa pepohonan ataupun kuda Bromo), disarankan agar kita segera berangkat karena ada kemungkinan macet di daerah yang saya lupa namanya. Akhirnya kita cus sebelum jam 11 malam.

Seperti biasa sebelum kita melakukan perjalanan jauh, kita memulainya berdoa sama-sama menurut keyakinan masing-masing. Jadi kita pergi ke gereja dan masjid terdekat (oke yang bagian ini ngawur).

Dan di tengah perjalanan saya kepengen pecel lele (oke ini nggak nyambung).

Waktu kita pergi, jalanan nggak rame dan alhamdulillah nggak macet juga, nggak seperti apa yang diperkirakan koleganya Jadul. Jadi kita melenggangkan mobil yang imut ini dengan teramat keren, walaupun saya masih tetep pengen makan pecel lele sementara sepanjang jalan yang dijual cuma duren. Dan saya nggak mau makan duren.

Jalanan ke Bromo ini memang perlu diperhatikan baik-baik ya, karena banyak lobang berserakan (oke ini bahasanya kacau), yang dapat membahayakan keselamatan jiwa ban mobil ataupun motor Anda. Nggak lama setelah sampai Probolinggo dan udah deket banget sama Bromonya itu, banyak motor-motor yang mengekor di belakang kita. Wah rupanya tanpa sadar kita telah menjadi trendsetter bagi mereka untuk juga pergi ke Bromo! (apaan sih)

Oke saya critain, jadi yang nyetir mobil pas kita berangkat itu adalah Mynt, si berondong romantis dan berkumis itu. Di tengah perjalanan yang melalui jalanan berlubang itu tiba-tiba…glodakkk! terjerembablah mobil kami pada salah satu lobang jalan yang sangat amat dalam nan menyakitkan sehingga menyebabkan mobil kami yang imut itu akhirnya harus mengalami kebocoran ban sekitar jam 2 dini hari. Padahal keadaannya sangat genting, dimana mobil kami tidak memiliki dongkrak dan kunci! (oke silakan menyalahkan yang punya mobil karena ceroboh) Kemudian kabur.

Ini nih, namanya juga cobaan.

Ini nih, namanya juga cobaan.

Untuk itu, Jadul dan Mynt segera melakukan penyelamatan. Dini hari mereka berdua mendaki gunung lewati lembah dan sungai yang mengalir indah ke samudra, untuk meminjam dongkrak pada penduduk setempat. Naik ke atas nggak nemu orang, turun ke bawah akhirnya ada yang nolongin kita. Mereka adalah beberapa orang supir dan makelar jeep, yang biasanya menjadi alat transportasi bagi para wisatawan Bromo.

Well, saya percaya tak ada daun gugur dari pohonnya tanpa seizin Allah, which mean, nggak ada di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, boro-boro hidup manusia, daun aja diatur. Makanya kejadian ini nggak serta merta menjadi musibah buat kami, melainkan juga ada hikmah dan berkah dibaliknya! Yakni kita dapet penawaran naik jeep dengan harga yang bisa dibilang super murah untuk 4 tempat. Untuk wisatawan, normalnya membayar mulai dari 550-800rebu buat bisa dateng ke 4 tempat yakni, Penanjakan, Gunung Bromo, Sabana,  dan Padang Pasir. Tapi karena kita yang memelas dengan kejadian kebocoran ban kemudian langsung ketemu sama pemilik jeepnya dan dikasih harga murah yakni 500rebu buat ke 4 tempat! ALHAMDULILLAH.

Musibah yang dibaliknya terdapat hikmah dan membawa berkah.

Musibah yang dibaliknya terdapat hikmah dan membawa berkah.

1. Penanjakan

Penanjakan ini biasanya tempat yang dipake para wisatawan untuk nonton sunrise. Kita ini macem anak ilang di Bromo yah, lupa bawa senter padahal saya udah nyiapin loh. Jadi kita gelap-gelapan nyenterin jalan sambil ngedaki penanjakkan pake lampu hp, yang paling penting untuk kita hindari adalah..eek kuda. Karena kuda-kuda disana demen banget eek sembarangan. Mungkin waktu kuda-kuda itu SD, pada nggak diajarin eek di kamar mandi. Hih.

Karena masih pagi banget, si Kitto kedinginan. Jadi nanjak sambil bawa selimut yang ada di mobil. Saya yang dikhawatirkan banget malah adem ayem nggak kedinginan (ya terang aja orang dari rumah udah diwanti-wanti pake jaket punya sepupu saya yang tebel banget), jadi total baju yang saya pake rangkep 3. Pas pagi sih masih anget. Sesiangan dikit saya jadi kepanasan kayak sauna. Sauna dan Slora (itu fauna dan flora, woi).

Dikala The Kumans dan Gejedotcom foto dengan pose yang anteng dan nggak pecicilan.

Dikala The Kumans dan Gejedotcom foto dengan pose yang anteng dan nggak pecicilan.

Sayang banget, pagi itu sunrisenya nggak keliatan karena kabut (atau mendung, nggak tau, pokoknya nggak keliatan). Tapi aku sih seneng-seneng aja soalnya udah bisa nyampe ke Penanjakan, ini salah satu pencapaian yang membanggakan.

Penanjakan! Without sunrise. Ah nggak penting sunrisenya, yang penting di special place with special people.

Penanjakan! Without sunrise. Ah nggak penting sunrisenya, yang penting di special place with special people.

2. Kawah Bromo

Semangat! Bromooooo!

Semangat! Bromooooo!

Gilaaaaaa jauh dan capek euy! Beberapa kali istirahat karena capek nanjak. Sebenernya yang bikin capek banget itu bukan jalannya, tapi start awal. Jadi baru turun dari jeep kita udah foto-foto. Dan karena kita adalah team penggila foto dengan pose loncat, kita loncat sampe puluhan kali buat ngedapetin foto loncat yang serempak. Tapi karena nggak dapet-dapet, ini dengkul alias lutut udah mau copot sebelum kita mulai jalan ke kawah.

Foto paling konyol. Nggak pernah serempak. Yang lain belum loncat, si Jadul udah loncat dengan pose aneh. Yang lain baru mulai loncat, si Jadul udah turun.

Foto paling konyol. Nggak pernah serempak. Yang lain belum loncat, si Jadul udah loncat dengan pose aneh. Yang lain baru mulai loncat, si Jadul udah turun.

Beberapa kali ketiup angin saking kencengnya angin. Dan di Bromo ini sudah rame oleh beberapa kelompok rombongan yang pada naik kuda-kuda yang suka eek sembarangan dan nggak pernah cebok. Kita harus bersaing untuk mencapai kawah Bromo dengan kemampuan kami yang tersisa! (……..)

Waktu sampe di tangga mau naik ke kawah Bromo, si Kitto malah tiba-tiba nyerah, dia balik turun. Alesannya bukan karena dia nggak kuat atau galau atau sedih karena dia cina ampyang ataupun dia kalah ganteng sama kuda yang ada di Bromo, melainkan dia turun karena kebelet pup. Dia harus balik turun karena dia kan bukan kuda yang suka eek sembarangan, ya kali si Kitto tiba-tiba eek di tangga, kan malu-maluin juga.

Walopun Kitto turun, team kami yang masih tersisa tetep melanjutkan perjalanan ke kawah. Tapi udah dipesen buat jangan lama-lama di atas, karena asep belerangnya nggak sehat. Kalo kelamaan kehirup lama-lama kita bisa berubah jadi Dayang Sumbi. Abaikan..ini abaikan..serius.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih….berapa ya…lupa, akhirnya kita sampai di puncaknya Bromo, di kawah. Sebenernya saya bukan tipe makhluk yang takut ketinggian, tapi saya takut nyemplung jurang karena anginnya kenceng. Jadi saya pegangan pager kawah, pegangan kojack, dan pegangan iman dan takwa.

Di sekitaran kawah, area berdirinya lumayan sempit, kita mau foto aja minta tolong orang buat motoin kita kan, trus orangnya agak kurang ikhlas apa gimana gitu, foto kok tangannya ada yang kepotong trus anglenya nggak bagus gitu. Udah capek-capek naik, fotonya kurang bagus. Haaah…sedih. Tapi ngga apa-apa, udah syukur ada yang mau motoin.

Sampe di kawaaaah! Tuh kan, mas-mas yang motoin nggak ikhlas. masa tangannya Kojack kepotong.

Sampe di kawaaaah! Tuh kan, mas-mas yang motoin nggak ikhlas. masa tangannya Kojack kepotong.

3. Sabana

Pas kita nyampe disini, tempetnya masih sepi. Mau maen bola juga luas banget, mau teriak “WO SE CEN TE CEN TE HEN AI NI” a la Tau Ming Se juga nggak bakal ada yang negur. Walopun masih sepi, tapi saya masih tetep heran kenapa disini juga udah keduluan ada eeknya kuda. Kenapa? Kenapa aku selalu kalah sama eeknya kuda?? Kenapaaaaa?? (oke abaikan)

Kalo kata orang, tempat ini juga disebut Bukit Teletubbies. Jadi karena si Kitto masih bergidik ngantuk di mobil, kita foto-foto cuma berempat. Nah pas kan karena kita berempat jadi kita semua kebagian peran teletubbies, ada Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo sedangkan karena Kitto nggak ikut, dia kebagian peran sebagai Nunu.

Foto di Bukit Teletubbies. Berperan sebagai, Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo. Sementara Kitto yang bobok di jeep kebagian peran sebagai Nunu.

Foto di Bukit Teletubbies. Berperan sebagai, Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo. Sementara Kitto yang bobok di jeep kebagian peran sebagai Nunu.

Disini kita dapet foto bagus-bagus. Kita juga makan bakso yang yah..lumayan lah buat ngeganjel perut, walopun bukan pecel lele juga sih.

Bakso. Makanan pelepas dahaga, penunda lapar. Multi fungsi.

Bakso. Makanan pelepas dahaga, penunda lapar. Multi fungsi.

4. Padang Pasir

Sekali lagi, waktu kita kesini masih belom ada orang. Jadi masih bisa puas-puasin mau ngapain, walopun beberapa saat kemudian ada orang-orang yang ngekor rombongan kita. Tapi anehnya, kita duluan dateng, tapi kita lama banget gitu disini, trus kita pulangnya juga paling akhir.

The Kumans & Gejedotcom on vacation

The Kumans & Gejedotcom on vacation

Disini udah kaya syuting Ayat-Ayat Cinta gitu settingnya. Keren. Sayang Fedi Nuril-nya nggak ada, padahal aku udah siap jadi Aisha-nya. Yaudah, karena nggak jadi syuting Ayat-Ayat Cinta, akhirnya kita bikin foto KW-nya 5cm yang lagi booming.

5 cm KW 7. Anggep aja 2,5 cm deh.

5 cm KW 7. Anggep aja 2,5 cm deh.

4 wahana udah terlewati, dan kita turun menuju mobil kita yang tadi abis dibenerin bannya trus diparkir di salah satu hotel di bawah kaki gunung Bromo. Dan karena udah siang, baru keliatan kalo mobil yang tadinya imut itu jadi mbulak saking kotornya. Nggak tega deh ngeliatnya. Jadi sebelum balik ke Malang, aku bersihin dulu sampah-sampah di dalem mobil, sementara para lelaki itu sibuk membersihkan muka di kamar mandi. Padahal siapa juga yang mau ngeliat, kuda?

Secara saya ini macem tipe makhluk freaking clean and neat jadi ya panggilan jiwa buat ngerapiin mobil seisinya, kalo nggak gitu rasanya nggak nyaman banget. Setelah siap buat dibawa turun, kita turun dan ngelanjutin perjalanan ke Malang. Kali ini yang nyetir si Jadul. Udah nggak percaya sama Mynt lagi, karena dia telah membocorkan ban depan dan dia belum cukup umur walaupun sudah punya kumis.

Seperti biasa, kita mulai perjalanan pulang dengan baca doa menurut keyakinan masing-masing. Dan di jalan pulang saya kebagian nemenin Jadul nyetir, sementara 3 lelaki yang lainnya sudah tidur pules. Gile..ngantuk juga sini, bro.

Well, begitulah cerita dari Pantai Goa Cina sampe ke Bromo. Mulai dari dataran rendah sampe dataran tinggi. Mulai dari mobil yang tadinya imut jadi mobil off road. Pokoknya nyenengin banget. Alhamdulillah.

Pokoknya sampe rumah, saya mau ambil dongkrak dan kuncinya dan nggak akan pernah saya keluarin lagi dari mobil. Kapok.

Gitu dulu cerita dari saya dan teman-teman, sampe jumpa di cerita yang lain yah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s