Kepada Hari Esok

Standard

 

Pikiran-pikiran kecil tak dewasa dan semua cinta yang tertulis telah lama terjadi. Kini hari esok tlah menanti lagi.

Sembari ku peluk harapan kecil akan terwujudnya hal-hal yang harus ku kerjakan esok hari.

Banyak hal tlah terjadi slama ini. Banyak hal membaik, tak sedikit yang memburuk.

Hal-hal berubah secara sadar dan sengaja, tapi aku masih aku yang dulu.

Entah apa yang terjadi pada dunia ini. Aku dan egoku masih saja menguasai. Tak pelak ku tertawa, hatiku masih saja menangisi.

Ada hari-hari dimana terjadi hal yang tak bisa ku ingkari. Tapi air mata tlah mengering, aku tidak lagi menangis.

Aku hanya risau akan harapan-harapan orang yang kubuat sirna dan aku mulai resah karena tak bisa lagi menangis.

Aku merasa hidup dalam kebohongan dan kesendirian. Dunia itu gelap dan aku terduduk diam disana.

Aku tak lagi membantah hal-hal pasrah, aku membiarkan mereka lenyap dari ingatanku sementara mereka meninggalkanku.

Dunia berubah, tak lagi mencaci, tak lagi mencari, dunia meninggalkanku bersama asa dan egoku.

Kapan aku bisa merangkai kata dan melantunkan nada indah seperti cinta?

Cinta tidak pernah kembali. Hidup tlah berlalu, sisa hati dan puing-puing ini terbawa menjadi teman.

Hari esok, datanglah lebih indah dari hari-hari yang tlah lalu..

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s