Think Again

Standard

 

Bagi yang udah baca  After Broke Up Tips itu udah saya bilang lebih dikhususin atau kalo bahasa sholehanya sih khususon makhluk makhluk yang diputusin sama pacarnya, pasti bakal manjur banget. Tapi realita setelah kejadian itu ternyata nggak kayak yang dibayangin. Yah, awalnya kita bakalan seneng pasti karena doi ngajakin balikan, menunjukan kalo usaha kita move on berhasil. Tapi, kalo bahasa gaulnya nih ya, “Like seasons, people change” khususnya manusia labil. Akhirnya doi bersikap di-luar-ekspektasi-menjadi-lebih-nyebelin. Akhirnya kita putus deh. Putus beneran kali ini.

Putus? Yakin?

Iya, yakin.

Nah, yang namanya putus itu awalnya berat. Apalagi  semacam putus-yang-apa-kamu-yakin-? Karena kadang setelah lama pacaran, kita sampe lupa kalo ternyata kita sama-sama nggak bahagia. Nggak tau sih ya, doi bahagia apa nggak. Tapi kalo di kasusku setelah ditelaah panjang-lebar-kali-tinggi-sama-dengan-tiang eh maaf-luas maksudnya, perasaanku bisa diklasifikasikan sebagai perasaan nggak bahagia.

Berapa banyak postingan yang cheerful selama pacaran? Berapa banyak postingan down selama pacaran?

See?

Kayak kata orang bilang, kita nggak bisa ngeliat apa yang kita mau lihat kalo kita ada di tempat yang sama. Jadi, kita harus pindah tempat. Kalo bahasa gaulnya, move on. Kalo kita udah nggak terus-terusan mikirin masa lalu dan kita udah ngejalanin hidup kita, kita baru bisa nengok ke belakang dan liat apa aja yang udah kita lakuin. Dari situ kita bisa menilai kesalahan-kesalahan yang harus kita hindari, hal-hal apa yang harus dipelajari, hal-hal yang bisa bikin kita lebih bahagia. Kalo kita nggak ada di depan, gimana kita bisa noleh ke belakang? Makanya, ayo maju.

Setelah putus, otomatis status bakalan jadi single. Dimana sekarang status jomblo entah kenapa dan gimana caranya bisa jadi bahan bullyan anak twitter yang paling asik. Antara jomblo satu dan yang lainnya saling membully dan entah kenapa hal itu bisa bikin kuat satu sama lain. Aneh.

Apa salahnya jadi single? Sebelum punya pacar pun status kita juga single kan? Sebelum punya pacar pun kita pernah bahagia kan? Atau bahkan lebih bahagia dibanding waktu punya pacar. Abis putus kita bisa ngeliat kalo kita cuma kehilangan satu hal. Tapi bayangin kalo ternyata kamu bertahan sama orang yang salah, ngelewatin semua kebahagiaanmu, ngelewatin kehidupan sama sahabat dan keluarga, jadi kamu lebih memilih satu hal yang nggak berarti dan ngebuang semua hal yang punya makna lebih dalam hidupmu?

Move on.

Ada beberapa temen yang menafsirkan move on secara berbeda. Salah satu sahabat saya bilang, move berarti ikhlas. Ikhlas ngeliat dia bahagia. Ikhlas menjadikan diri lebih baik. Ikhlas apa adanya.

Lalu timbul pertanyaan, jadi apa bedanya move on sama pasrah?

Ada sahabat lain yang bilang kalo move on itu berarti udah nggak peduli dalam artian “never mind” atau “anggeplah angin lalu”

Lalu timbul pertanyaan, kalo angin lalunya berupa angin bahorok yang ngerusak gimana?

Entah ini perasaan positif atau negatif, yang jelas bagi saya pilihan saya kali ini bener-bener pilihan yang buruk. Setelah berbagai macam usaha untuk mempertahankannya, ternyata ekspektasi berubah jadi bencana, itu bener bener “disaster”. Saya maunya berusaha kayak Surat Al-Ikhlas dimana di dalamnya nggak ada kata ikhlas. Tapi jauh di dalam hati saya benci. Benci kalo-kalo dia datang lagi dan bikin bencana ketika saya sudah bangun istana yang bahagia. Dramatis memang. Tapi realistis aja. Siapa yang mau istananya runtuh karena bencana? Naudzubillahi min dzalik kan.

Saya berharap siapapun yang baca postingan ini, baik yang dalam posisi sama, atau mungkin berbeda bisa menjadikan pengalamannya sendiri atau bahkan pengalaman orang lain sebagai pembelajaran. Sedia payung sebelum hujan, kan?

Jangan ngelakuin hal yang bertentangan sama hati dan akal sehat. Walaupun banyak yang bilang, kalo belum ngelakuin hal yang bodoh berarti belum cinta. Ya, tapi bukan harus jadi orang bodoh biar tau yang namanya cinta kan?

Whoever you are, you deserve better love and happiness.

Kamu yakin sama pilihanmu? Think again.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s