I’m Not Coming Back

Standard

3 tahun yang lalu. Bahkan di detik-detik saya hampir percaya, kamu tidak akan bisa membuat saya percaya. Aku tau, yang kamu cari adalah sosok aku dalam diri orang lain. Tapi kamu tidak pernah bisa mendapatkannya. Karena aku terlalu memahamimu, karena kita terikat, karena sebenarnya kamu sendiri tidak percaya akan mendapatkan orang lain yang seperti aku.

Waktu-waktumu terbuang untuk meyakinkanku dengan cara yang sama. Waktumu terbuang untuk percaya bahwa aku akan kembali. Tapi aku sudah pergi jauh saat terakhir kau menolakku untuk kembali. Ada hal yang hilang dalam cerita itu. Pemahaman? Rasa? Kepercayaan? Bukan. Tapi status. Hanya dengan status, kita berubah menjadi orang yang berbeda. Setidaknya menurut pendapatmu. Bagiku, aku masih abu-abu.

Kamu melakukannya lagi. Mencari diriku dalam diri orang yang lain. Saat aku berpikir bahwa kau bisa menunggu lebih lama lagi. Saat aku berpikir bahwa sepertinya kau benar. Tapi kamu melakukannya lagi. Membuat detik-detik terakhirku yang hampir percaya, menjadi tidak lagi mempercayaimu.

Ada hal yang terasa bahwa kamu tidak benar-benar berusaha.  Saat aku tau, kamu memperlakukan mereka sama seperti kamu memperlakukan aku. Setidaknya itu menurutku. Tapi memang itu yang kamu lakukan. Apa jadinya jika kamu tau bahwa aku diam bukan karena tak mengerti apa-apa? Aku tau, hanya aku membiarkanmu pergi. Karena aku tidak akan kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s