Orang Baik

Standard

Saya nggak ngerti kalo nggak semua orang di dunia ini baik. Yang saya tau, selama kita nggak jahat sama dia, dia nggak akan jahat sama kita. Tapi kayaknya hidup ini nggak sepolos itu.

Dulu, jaman saya belum hidup di perantauan, saya percaya aja kalo semua orang baik sama saya. Kita semua saling membantu. Tapi setelah saya merantau 5 jam dari tempet asal (padahal cuma 5 jam dari tempet asal, tapi bedanya jauh banget), susaaaah banget nemuin orang yang bener-bener baik dan mau berteman dengan kita apa adanya.

Kita akan dapet kritikan sana sini dengan pilihan yang kita pilih, kita dapet caci maki, dapet omongan omongan yang nggak bener, susah lah pokoknya mau jadi diri sendiri kalo orang sudah ngejudge kita dengan apa yang mereka nggak tau tentang diri kita. Susah emang, kalo sudah pikiran pikiran jahat tak bertanggung jawab itu menggerogoti lawan bicara kita yang sama sekali nggak open minded.

Tapi setelah jatuh, bangun, ditemenin, ditinggal, sampai akhirnya sendirian dan nggak tau mau kemana, Allah tentu bakal ngasih pertolongan di waktu yang tepat. Orang baik akan datang memberikan pertolongan. Yah, sekarang hidup saya sudah beda. Saat ini saya percaya bahwa orang baik itu kayak hantu. Nggak kasat mata tapi ada, nggak semua orang bisa lihat, nggak semua orang diberi keberuntungan. Yah, orang baik itu one of a kind. Layaknya mukjizat. Layaknya hujan di musim kemarau. Wah sudah puitis, kayaknya saya ada gejala galau ini.

Baiklah saya akhiri postingan ini sebelum saya galau. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s