Box of Letters

Standard

Siapa yang tau apa surat-surat dalam kotak surat kalau kotak surat itu tidak pernah dibuka?

Haiiiii, lama ya nggak ketemu. Kangen ya? Kangen ya? Nggak perlu dijawab, I’m just asking to myself. As you know that I’m weird, and now my life’ve been weirder than before. Yeah, hidup ini sudah jadi semakin aneh daripada sebelumnya. Banyak kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, aneh, susah diterima otak, susah diungkapkan, susah dihadapi, dan saya menjadi semakin aneh.

Entah apa saya yang tidak biasa hidup aneh (tapi kayaknya nggak mungkin) atau hidup ini yang jadi semakin aneh? He? Saya mungkin adalah seonggok makhluk yang susah move on dari kehidupan masa SMA. Jadi tentu saja saya akan menganggap kehidupan saya sekarang ini sangat amat aneh. Bayangkan saja ya, saya sampai ngepost postingan yang berjudul “Kata Orang Hidup Saya Bahagia” dari judulnya aja udah keliatan kalo saya pede banget pamerin hidup saya yang sangat bahagia walaupun aneh. Tapi sekarang apaaaaaaaaaaaaaaaaaa *zoom in zoom in* *hidung kembang kempis*

Dari orang yang dikenal kesana kesini nggak pernah sendiri, selalu ada sahabatnya sana sini yang tinggal comot lalu pergi, menjadi ——> mahasiswi yang kemana mana sendiri, ngajak sana sini tapi malah ditinggal pergi. Menderita bet hidup sayaaaaaa.

FYI, ini adalah postingan pertama sejak terakhir saya ikut UKM Jurnalistik, dan kemudian berasa tidak berguna sampai akhirnya nggak ngepost lagi karena nggak ada koneksi internet. BAYANGIN! Dulu saya dikenal sebagai miss sophisticated, yang downloadan lagunya paling baru dan paling cepet, sekarang jadi mahasiswi cupu yang nggak punya koneksi internet. Dari tidak adanya koneksi internet yang menyertai hidup saya, saya menjadi lemot, karena sampah sampah di otak ini numpuk nggak dikeluarin. Otaknya jadi seret kerjanya. Padahal biasanya juga nggak encer, lah ini tambah seret. Menurut loooo?

That’s why postingan ini saya namain box of letters. Disini otak saya diibaratkan dengan kotak surat. Dan pikiran pikiran saya itu diibaratkan dengan surat. Banyak banget pikiran yang ada di kepala saya. Kalo ngomong dengan gaya sok pentingnya, hidup saya ini penuh beban. Beban mental. Oke silakan diabaikan karena itu berlebihan.

Tapi kalian semua harus tau betapa pentingnya mengutarakan sesuatu yang ada di kepala. Bukan berarti kalian harus mengutarakan semuanya, tapi paling tidak ada tempat untuk mencurahkan semua uneg-uneg yang ada. Blog misalnya. Diary. Atau tong sampah.

Saya benar-benar butuh menulis. Tapi tiap mau nulis ya, yang ngantuk lah, yang tiba-tiba blank lah, yang capek lah, dan yang paling ngenes adalah, yang males lah. Semua hambatan itu bikin uneg-uneg di kepala tambah berat dan beban pikiran ini nggak berkurang sama sekali.

Selain itu alasan saya menggunakan judul Box of Letters ini adalah mengenang blog yang saya buat dengan url : cellulalitterae.wordpress.com. Sepertinya saya tidak lagi menggunakannya, karena saya sudah tidak lagi bergabung dengan UKM Jurnalistik. Yeah, mungkin di lain kesempatan ada waktu lagi untuk saya belajar jurnalistik. Disini saya hampir susah bernafas. Bahkan untuk bertahan hidup saja aya empet empetan. Oke ini sudah mulai berlebihan lagi.

Yah, pada malam ini akhirnya saya menulis. Semoga dengan ini, pikiran saya bisa mulai bekerja pelan-pelan dan yang awalnya tidak encer menjadi encer. Amin.

Kotak surat itu perlu dibuka, kita lihat apa isinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s