Mau Jadi Apa?

Standard

Sangat banyak remaja seusia saya sudah berhasil berada di jalan yang benar, bersinar d karirnya, berusaha meraih mimpinya, mengumpulkan banyak prestasi, memberikan efek yang besar kepada masyarakat luas, lalu di depan cermin saya melihat diri saya yang malu akan ketidakproduktifannya.

Gamang. Sebenarnya mungkin saya tidak pantas untuk gamang. Menggalaukan sesuatu yang belum terjadi. Atau sebenarnya sedang terjadi, dalam proses. Saya ingin berguna, lebih produktif, ingin banyak melakukan sesuatu untuk orang lain, terinspirasi dari para duta-duta shampoo lain, eh maksudnya terinspirasi dari duta-duta pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain.

Sebut saja Alanda Kariza, seumuran kita sudah bisa menjadi penulis. Atau bahkan Adora Svitak, anak kecil bahkan berumur 10 tahun sudah menjadi penulis berdasarkan blog yang dia buat.

Lalu, sebenarnya apa yang menghalangi diri kita untuk tidak produktif? Kenapa hidup saya hanya di sekitar-sekitar sini saja? Kenapa yang lain bisa dan saya tidak bisa?

Saya sejujurnya malu. Malu karena hanyak bisa banyak bicara dan tidak bisa membuktikan eksistensi saya pada dunia. Saya yakin, tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan kecuali kita tidak mau melakukannya. Satu hal yang menghalangi semuanya, yakni sebuah kata “tapi”. Hanya dengan kata “tapi”, semua kemungkinan berubah menjadi tidak mungkin.

Suatu saat, telah ada disana dan digariskan oleh Allah SWT bahwa saya akan menjadi orang yang berguna untuk khalayak, dan dapat memberikan kontribusi yang besar serta menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s