Berbeda

Standard

Mungkin saya sedang ingin istirahat. Yang saya tahu, saya bukan Tuhan. Tuhan bekerja tanpa henti dan tidak pernah tidur. Tuhan juga selalu sibuk. Sudah saya bilang, saya bukan Tuhan. Saya istirahat, saya tidak mengabulkan, dan saya tidur. Saya juga manusia yang lemah. Saya menangis, saya tertawa, dan saya juga memohon kepada Tuhan.

Jika saya tidak bisa menjadi seperti apa yang kalian minta, kenapa kalian harus menuntut saya untuk menjadi apa yang kalian inginkan?

Jika saya tidak bisa jadi apa yang kalian harapkan kenapa kalian tidak berusaha membantu saya untuk menjadi apa yang kalian inginkan daripada terus menuntut saya dan menyalahkan saya atas apa yang terjadi?

Apakah di mata kalian saya terlalu salah untuk sekedar dicintai apa adanya saya sebagai manusia biasa?

Apakah jika saya menuntut kalian untuk mencintai saya itu kan berhasil? Tidak. Saya bahkan tidak pernah benar benar dicintai oleh orang lain selain keluarga saya. Perubahan demi perubahan yang terjadi dalam diri saya akan membuat mereka semakin tidak bisa menerima saya apa adanya.

Tanyakan pada diri kalian, apa saya meninggalkan kalian setelah saya tau kalian berubah?

Tanyakan pada diri kalian, apa saya pernah meninggalkan kalian dalam keadaan kalian yang apa adanya?

Tanyakan pada diri kalian, dan kembalilah untuk memberi jawaban.

Ini sebuah tuntutan yang saya tau kalian tidak akan menepati, kalian akan menghindar, dan kalian akan lebih jauh pergi. Saya tau apa yang akan terjadi pada akhirnya, maka saya masih setia menunggu kalian kembali bilamana kalian butuh lagi. Saya memang sedih tapi saya selalu menguatkan diri saya untu melihat kalian dari belakang, melihat bagaimana kalian pergi menjauh dan tidak kembali lagi.

Seperti yang selalu saya lakukan setiap pulang sekolah, pulang lebih akhir untuk lebih lama bersama kalian. Seperti yang saya lakukan waktu perpisahan kelas, menunggu kalian tidak terlihat lagi dari kejauhan untuk lebih lama merasakan bagaimana ada di dekat kalian. Seperti yang saya lakukan, saat selalu berpisah dengan kalian, menjaid yang terakhir untuk melepas kalian, menguatkan hati dan menerima kenyataan bahwa kalian tidak ada lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s