Perjodohan (Yang Gagal)

Standard

Mama dan papa baru saja bertemu teman lamanya. Beliau si teman lama ini punya anak 10 cowok semua. Apa yang terjadi setelah mereka bertemu? Simak percakapan di bawah ini :

Mama dan TL ( Teman Lama )

TL : Gimana ini Wati, jagoanku ada 10 ayolah jodohkan sama anakmu.

Mama : Wah gimana ya, soalnya buat calon suami anakku aku udah netepin syarat syarat tuh, gimana? sanggup nggak?

TL : Waduh, syarat apa itu wati?

Mama : Yang pertama bisa memimpin keluarga dengan baik, agamanya harus bagus paling nggak dia apal Al Quran 1 juz dan bisa bimbing anakku ke arah yang lebih baik, kalo dia apal 1 juz aja deh minimal dan agamanya bagus pasti deh aku yakin dia bisa bimbing anakku jadi lebih baik.

TL : Wah gampang itu Wati, sebenernya anakku nomer 1 ini yang mau aku jagoin buat anakmu, tapi abis lulus SMA dia itu sekolah di Aussie. Pulang dari Aussie, dia udah bawa cewek. Aku suka sama ceweknya itu, yang aku gak suka itu keluarganya. Dia anak pengusaha terkenal di Jakarta. Bukan masalah itunya, masalahnya usaha bapaknya itu usaha diskotik dan pub gitu tik.

Mama : Oooh gitu, jadi yang mau kamu jagoin anakmu yang nomer berapa?

TL : Yang yang udah aku siapin sih anak nomer 2.

Mama : Lha anakmu yang nomer 2 itu kelairan taun berapa?

TL : Lha anakmu kelairan taun berapa memangnya?

Mama : 15 Desember 1991 ya mau masuk 1992 gitu lah.

TL : Ooh, anakku baru mau lulus SMA.

Mama : Wah ya sudah kamu ngomong aja sama tembok sana.

———————————————————————————–

Dengan demikian, saya selamat dari perjodohan dengan anak kecil.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s