The Power of Melas

Standard

I’d like to say thank you buat orang orang yang tidak saya sangka perhatian sama saya. slama saya SMA memang saya tau saya ini lumayan terkenal. Pede. Walopun orang juga nggak tau siapa saya, kenapa saya bisa familiar di telinga banyak orang, padahal toh prestasi saya pas pasan.

Pas pasan berarti, pas ada pemilihan Kakang Mbakyu Kota Madiun menang. Pas ada pemilihan Raka Raki Jawa Timur, dikirim. Pas ada News Ceading contest seJawa Bali dapet rank 4, pas ada News Reading Contest mesti masuk 10 besarnya, pas semesteran kalo nggak rank 1 ya pokokknya sepuluh besar. Alhamdulillah, bersyukur banget saya ajadi orang yang pas-pasan.

Banyak temen yang nggak ngiri sama saya atas ke pas-pasan saya itu, mau ngiri juga percuma. Yang ada malah nggak tega.

So here I tell you the story when beberapa kakak kelasku itu heran mengapa saya bisa terkenal? Mereka sering perhatiin saya, cara ngomong, gerak tubuh, dan bermacam macam ekspresi saya. Saya sadar kok waktu mereka ngeliatin saya, tapi yah bodo amat. Haknya mereka punya mata kan. Trus trus abis itu yah, suatu hari setelah salah satu dari mereka kenal sama aku, dia bilang..

“Kowe kuwi lo dek, dadi bocah kok ra ngawaki, bocah kok gawene ingah ingih”

Tau artinya kan? It means that aku jadi anak yang gak kayak anak yang seharuse, bersikap kayak aku ini adalah orang yang sangat amat gak penting.

Dan pacar saya kemaren bilang,

“Asline kamu iku gak pinter yang, kamu lo nek di kelas untap untup, gak merhatiin guru, smsan, gambar gambar gak jelas, nulis nulis sampe sak buku penuh kamu tulisin, tapi gurunya itu kasian ama kamu soale kamu tu mukanya melas yank, kamu dikasih nilai bagus melulu,”

Wah itu pacar minta diputusin , secara implisit dia bilang aku begoooo doong dinng dieerrr , padahal asline aku emang bloon kok😀

Belakangan saya sedang diributkan oleh tugas tugas kuliah yang membuat saya terlihat lebih melas,

Baya minta bantuan sama beberapa temen saya, dan mereka mau bantu saya. saya baru sadar, tugas saya adalah mencari sponsor, mencari peserta untuk mata kuliah entrepreneurial project 1 dan untuk entrepreneurship 1 itu saya magang di sebuah tempat kursus bahasa Inggris yang terkemuka di Surabaya so that tugas saya mencari siswa yang mau kursus disana .. and cerita goes on ..

Menyadari bahwa saya ini melas dan begitu menyedihkan, maka ada dua teman saya yang mau jadi siswa disitu yang notabene itu tempet MAHAL BENER gilaaak..

That’s not karena marketingnya Melva Sabella ini hebat banget, tapi karena the power of melasnya melva itu BRAVO banget ..

So guys , ini cuma postingan enggak jelas dan bersifat subjektif . Jjangan ditiru untuk menjadi melas loh yaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s