Standard

I don’t tell anyone about the way you hold my hand
I don’t tell anyone about the things that we have planned
Won’t tell anybody, won’t tell anybody
They want to push me down
They want to see you fall down

Won’t tell anybody how you turn my world around
I won’t tell anyone how your voice is my favorite sound
Won’t tell anybody, won’t tell anybody
They want to see us fall they want to see us fall

Don’t believe the things you tell
Yourself so late at night and
You are your own worst enemy
You’ll never win the fight
Just hold on to me, I’ll hold on to you
It’s you and me up against the world
It’s you and me

I don’t need a parachute
Baby, if I’ve got you
You’re gonna catch if I fall
Down, down, down

I won’t fall out of love, I’ll fall into you

- Cheryl Cole

Standard

“Apa daya. Sebuah pilihan terkadang menyakitkan. Itu yang menjadikan hidup terasa tidak menyenangkan. Tapi, dari setiap pilihan, kita mampu belajar untuk lebih baik. Akan ada pengorbanan yang membawa kita kepada kebahagiaan di akhir ceritanya. Miliki hati, buat itu berarti.”

View on Path

Bahagia Itu Keputusan

Standard

“Yang penting agamanya bagus, Mep. Karena kalo agamanya bagus dia akan mampus memposisikan dirinya dimanapun dia berada, di setiap situasi, dan akan mampu membimbing kita sebagai imam keluarga kita. Tiang kehidupan. Sumber pengharapan. Yang kedua, rejeki itu sudah ada yang mengatur, bisa datang dari mana saja, dari berbagai sumber, sesuai dengan dengan usaha keras kita. Yang ketiga, kalau dia bisa setia, kenapa kita tidak.

Dijalani dulu.

Bahagia itu keputusan kok, Mep. Kalo liat ke atas, di atas masih ada yang selalu lebih dari kita. Bahagia itu berbeda-beda kok. Ada yang karena pangkat. Ada yang karena kesehatan. Ada yang karena kelebihan harta dan kekayaan, dan lain-lain. Bahagianya orang itu masing-masing. Beda-beda. Ada yang standarnya segini, ada yang segitu. Ada yang segini udah bahagia, yang situ belom. Jadi bahagia itu harus diputuskan mau bahagia dengan cara yang sederhana atau yang rumit.

Untuk tante, ini konsekuensi dari pilihan yang tante bikin. Harus bertanggung jawab. Tante memutuskan dengan rejeki yang ngos-ngosan sama om ini alhamdulillah bisa cukup untuk menghidupi keluarga tante, dengan dua anak tante yang istimewa ini bisa sekolah, dan kitapun masih bisa bercanda, tante bisa berbahagia. Walaupun di luar sana orang lain akan bilang,”Wah kasian ya, diparingi anak 2 kok ya autis semua,” tapi bagi tante ini adalah berkah. Bahagianya luar biasa ketika tante mensyukuri dua anak tante yang istimewa ini, tante bisa bercanda dengan mereka, karena inilah keluarga tante.

Kalo mau nggak bersyukur ya bisa saja tante mengeluh seperti apa yang orang kasihani terhadap kita, tapi kenapa? Nggak ada yang nggak perlu disyukuri dari keluarga tante. Tante menjadi lebih bersyukur lagi ketika tante bisa bahagia dalam kesederhanaan dan bisa kami nikmati. Baik buruknya yang terjadi di keluarga tante, tante dan keluarga tante sendiri yang mengalami, lalu kenapa membuat keadaan menjadi lebih tidak nyaman dengan nggak bahagia? Ketidakbahagiaan ketika misalnya tante dan om nggak menjaga keharmonisan, akan berdampak pada tumbuh kembang anak-anak tante. Kalo mereka sakit atu berkembang dengan tidak baik, kan tante juga yang merasakan, kan?

Dengan rasa syukur dan kebahagiaan tante ini, tante bisa melihat masih banyak orang di luar sana yang masih saja merasa kurang dengan apa yang sudah mereka dapatkan. Punya anak yang sempurna, harta yang lebih dari cukup, tapi hidupnya tidak bahagia. Kalo tante sih, tante memutuskan dengan apa yang tante punya, tante bahagia.”

Quality time siang itu saya gunakan dengan ngobrol sama tante saya yang saya dan kakak saya sepakat kalo tante saya yang satu ini adalah tante yang paling bijaksana dan paling sabar dalam silsilah Mahabarata. Saya pun manggut-manggut dengan baik mendengarkan apa kata tante. Tante juga nunjukkin buku pelajaran sepupu saya yang pertama, Qidran Roisal Qistan. Adek sepupu saya yang nomer satu ini autis, tapi tulisannya rapi dan bagus. Dia paling betah duduk di depan komputer atau laptop berjam-jam tiap hari. Suatu hari sepulang sekolah dia bilang sama tante saya,

“Oik juara satu,”

“Wah, nggaya tenan. Oik juara satu,” mamanya memuji Oik yang biasanya jarang mau cerita tentang sekolahnya.

Belakangan Oik lagi seneng-senengnya sekolah. Sementara cerita lucu lagi dateng dari Aldes Satya Amin, adeknya Oik. Adek sepupu saya ini lebih diem dari Oik, tapi dalam diam dia berkreasi. Tante saya masuk ke kamar bawa sarung bantal yang bolong tengahnya,

“Nah, kalo Aldes ini ngomongnya irit tapi diem-diem berkreasi, Mep. Itu juga sprei tiba-tiba bolong tapi sudah tante tambal,”

Tante saya juga cerita yang terjadi waktu Aldes sekolah.

“Waktu pertama kali dikasih buku, gambarnya transformer dia nggak suka banget. Dia nggak mau nulis kalo bukunya gambar transformer. Akhirnya sama gurunya disampul, digambarin gambar kayak gini,” tante saya nunjukkin buku tulis yang udah disampul putih, dikasih gambar boneka yang bentuknya nggak karuan kayak mukanya Kojack kalo lagi kelaperan, dan ada nama Aldes Satya Amin di bagian atas buku. Kayak gitu saking adek saya anti sama transformer.

Itu baru sebagian cerita tentang tante dan kebahagiaannya. Ini udah kepanjangan, saya tulis bagian selanjutnya di postingan berikutnya yah.

To be continue…

2 Tahun

Standard

Nggak kerasa telah sampailah The Kumans pada berita yang nggak itu-itu aja, setelah sejak 2012 ceritanya menye-menye, mulai dari twitwar sampe kena limit di twitter, cerita PHP sana sini, ditinggal nikah, dijodohin, jadi kutu loncat sana sini, dan drama-dama lainnya. Dua tahun kemudian, di tahun yang sama, 2014, satu per satu kebahagiaan mulai dateng dan badai mulai berlalu. Sebenernya mungkin bukan berlalu, tapi berpindah tempat, rotasi. Ada kalanya badai itu bakal balik lagi, bertransformasi dalam bentuk yang lain, dalam kondisi kita yang sudah berbeda. Maksudnya kita yang lebih kuat.

Tiga pria yang kata Mynt,”Jangan takut, akan selalu ada 3 pria yang selalu ada di belakangmu,” pelan-pelan mulai buka hati dan membuktikan kalo mereka bukan homo. Kojack, setengah jiwanya saya sekarang udah sama dedek cantik mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi salah satu kampus di Malang. Sekarang kalo ditanyain orang,”Bukannya Melva sama Kojack?”, kita bisa jawab,”Bukan, kita pasangannya beda.”

Jadul, yang lama move on dari cinta tak kesampainnya, akhirnya menemukan cinta baru. Doi bisa lebih bahagia dan keliatan lebih…ya nggak muda sih..tetep tua. Doi pun bisa update moment di path with si cewek. Dan Raina berbahagia sejahtera, memasak untuk mas Denny, menyemangati cowoknya supaya cepet lulus, bekerja, dan menghalalkan Raina. Sementara kabar sedih dateng dari Mynt. Doi yang setelah gulung koming, kayang, koprol, sambil bilang “wow funtastic baby dance,” 3 tahun menunggu mantan pujaan hati dan PDKT sejak sebelum masehi, akhirnya baru 2 bulan pacaran kemudian putus.

Ngomongin soal putus, kata mas Primo temen kerja saya, cuma ada dua alesan, yakni akan menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan pasangannya. Apalagi kalo alasannya,”Kamu terlalu baik buat aku,” dan “Kamu berubah.”

Ngggh.

Alhamdulillah, semoga kita selalu baik-baik saja. Selalu kuat dan saling menguatkan dalam setiap keadaan. Berbagi dalam susah senang. Saling mendoakan untuk kebaikan dan kebahagiaan.

Ngomong-ngomong soal yang lain dan pasangannya, saya pernah bilang mau cerita tentang pasangan saya kan?  Cowok yang lagi bikin saya bahagia, yang bikin saya kagum sama kebijaksanaannya, kesabarannya, caranya dalam menyikapi hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, kemauannya untuk terus berjuang jadi lebih baik, yang bikin saya jatuh cinta dan menyebutnya dalam setiap doa, yang bikin saya meminta ending yang indah sama Allah dan memantaskan diri supaya saya didekatkan dan dijodohkan sama dia, yang bikin saya mau belajar lagi tentang banyak hal, yang bikin saya kalo mau ngapa-ngapain mikir dulu (selama ini bego soalnya saya), yang bikin saya bisa tidur cepet setelah sejak kecil saya selalu insomnia, alhamdulillah.

Namanya, Ainudin Defira Hamesurogo.

Selamat Sidang!

Standard

Baru tadi sore saya chat sama temen saya yang yah kita sebut saja Reza. Saya tanyain dia jadinya kapan sidang, soalnya doi biang minggu lalu kalo minggu ini doi mau sidang. Dan doi minggu lalu cerita dengan penuh haru, akhirnya doi sidang setelah 3 abad doi kuliah. Bahkan saking lamanya doi kuliah kayaknya dulu doi sempet kuliah bareng raja Fir’aun.

Nah, dari cerita Reza baru saya tau kalo dulu Raja Fir’aun kuliah di jurusan Teknik Sipil. Nggak sih, itu hoax. Soalnya no pict. Soalnya jaman Reza kuliah bareng Raja Fir’aun, doi belom punya hp canggih yang bisa buat selfie bareng Raja Fir’aun.

Terserah.

Ternyata minggu ini Reza nggak jadi sidang. Bukan karena Raja Fir’aun, tapi karena dosennya pergi ke negara api. Sembarangan aja deh itu dosen. Kapan sahabat saya yang satu ini lulus kalo Bapak pergi-pergi ke negara api semena-mena? PHP. Katanya minggu ini bisa sidang, eh ternyata malah doi bepergian. Bapak nggak tau apa kalo temen saya yang satu itu anak pejabat? Bahkan pejabat terkemuka. Bahkan doi pernah kuliah bareng Raja Fir’aun. Bapak nggak tau? Bapak pasti nggak pernah kuliah bareng Raja Fir’aun.

Dosen sering begitu sih ya. Nggak semua sih. Tapi banyak kasus yang dialami sama temen-temen saya yang lain juga. Udah janjian sama mahasiswanya, tiba-tiba dosennya menghilang. Jadi dosen pembimbing, tapi nggak memberi bimbingan dan membiarkan mahasiswanya hidup bagaikan larva yang menggantung di pohon tanpa arah dan tujuan, mau pulang malu, nggak pulang pun takut dikutuk jadi batu.

Kalo gini caranya, kapan temen-temen saya jadi sarjana?

Btw, buat temen-temen yang masih dalam perjalanan menuju sarjana, tetep semangat ya, jangan menyerah, buatlah dosen kalian menyerah. Tetep berjuang. Kalian akan jadi sarjana pada waktunya. Aamiin. Selamat sidang*, semuanya!

NB: *pada waktu yang ditentukan oleh-Nya dan dosen tentunya.

Standard

Jodoh itu seperti magnet yang bisa menarik hal yang sejenis. Laki-laki yang baik itu untuk perempuan yang baik. Dan laki-laki yang buruk untuk perempuan yang buruk. Tak jarang, kamu akan menemukan jodohmu di lingkunganmu sendiri. Seringkali ini terjadi karena kemungkinan frekuensi pertemuan yang tinggi. Misalnya, seorang akademisi mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan pasangan seorang seorang akademisi pula. Tapi tidak  harus saklek seperti itu juga, karena jodoh bukan hanya tentang profesi. Tapi lebih pada kualitas pasangan yang sejenis yaitu pola pikir yang tidak jauh berbeda denganmu. Hal ini dapat dilihat dari kualitas obrolan, pengetahuan, cara pandang, dan visi hidup yang bisa saling mengimbangi. Lalu, apakah kamu sudah cukup baik untuk mengimbangi pasangan impianmu?

dikutip dari http://www.hipwee.com/hubungan/alasan-alasan-mengapa-jodoh-dan-masa-depan-tak-perlu-kamu-cemaskan/