Standard

Saya kok ikut keganggu sama berita yang batusan saya baca. Anaknya sekolah di Singapore di sekolah Kristen, dihujat, dibilang kafir dan sebagainya. Saya sekolah di Universitas Ciputra, berbasis Kristen secara universal, nggak masalah. Tetep pake jilbab, masuk dengan Islam, keluar dengan Islam. Oh please, come on, what’s wrong with these people. Jadi sekarang kalian mau bilang saya dan keluarga saya jadi kafir juga, gitu? Use your brain ya. Situ kali yang kafir. Sembarangan mengkafirkan orang. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya. Biar orang bisa berpikiran terbuka. Kalo apa-apa dibilang kafir, mungkin situ perlu menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Eh Cina juga bukan negara Islam sih, nanti takutnya situ jadi kafir juga.

Yaudah, di rumah aja. Main bekel.

View on Path

Percaya Nggak Percaya

Standard

Orang-orang jaman sekarang memang aneh. Yang dulu nggak aneh, sekarang jadi aneh. Yang aneh jadi makin aneh. Yang nanya, dibilang kepo. Nulis puitis, dibilang galau. Yang bener, nggak dipercaya. Walaupun saya sebenernya masih penasaran siapa sebenarnya pepatah, apa jenis kelaminnya, rumahnya mana, kerjaaannya apa, tapi memang bener kata pepatah,”Orang hanya mempercayai apa yang mau mereka percayai.”

Etapi by the way itu yang ngomong pepatah apa bukan ya? Kok kayaknya bukan. Kayaknya itu yang ngomong saya sendiri. Ato jangan-jangan saya adalah pepatah..

Lalu kemudian..

Udah sekitar satu abad setelah putus saya nggak punya pacar kan yak. Trus temen saya cowok semua. Apalagi saya deket banget sama makhluk-makhluk bernama Kojack, Mynt, dan Jadul yang kalian semua juga udah tau dari postingan-postingan sebelumnya. Anehnya, banyak banget yang nggak percaya kalo saya ini nggak punya cowok. Dikiranya, cowok saya adalah salah satu dari makhluk-makhluk tersebut. Ditambah lagi banyak rumor beredar kalo saya dijodohkan sama ini, saya deket sama itu, dan lain-lain sebagainya. Jadi tiap saya bilang,”Enggak kok, aku nggak pacaran sama siapa-siapa,” pasti pada bilang,”Ah udah nggak usah bohong, nggak apa-apa kok kalo kamu pacaran, nggak mungkin ah kalo kamu nggak punya pacar.”

Yaelah, emangnya kenapa kalo saya nggak punya pacar? Lagian saya punya pacar ato enggak juga nggak ngaruh pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Trus belakangan saya udah deket sama cowok yang baik banget sampe kayaknya dia bukan manusia. Mungkin dia cowok yang di komik-komik saya baca dulu. Kungfu Komang. Tapi nggak ada lagi yang pernah tanya saya punya cowok apa enggak. Orang-orang malahmalah nanyainnya kenapa saya nggak jadian sama Kojack. Saya bilang, “Aku kan udah deket sama orang,” trus mereka dengan gampangnya ngerespon,

“Emmh, aamiin,”

“Apa itu maksudnya?”

“Iya, aamiin kalo kamu deket sama orang,”

“Jadi kamu nggak percaya kalo aku lagi deket sama orang,”

“Percaya kok percaya, siapa sih? Pemain bola?”

“Iya, pemain bola,”

“Tuh kan, siapa? Messi? Oscar?”

…..syit. Padahal saya beneran lagi deket sama orang. Emang doi pemain bola. Tapi juga bukan Messi, bukan Oscar juga. Memang waktu SMP dan SMA saya suka banget nonton bola, trus suka ngayal banget level akut kalo saya ini adeknya Kaka, Sheva, trus pacarnya Fabregas, Messi, Pato, sampe akhirnya saya patah hati karena mereka semua menikah. Saking saya suka ngayal, akhirnya mereka nggak percaya. Tapi ya nggak gini juga kali.

Heran deh, nanyain saya punya pacar apa enggak, udah dijawab, nggak percaya. Nanya lagi saya deket sama orang, udah dijawab iya, udah dijawab pemain bola beneran, nggak percaya juga. Memangnya tampang-tampang saya ini tampang nggak bisa dipercaya? Iya. Dan saya bersyukur banget setelah satu per satu daun daun berguguran deketin saya, akhirnya saya milih makhluk ini untuk Insha Allah selamanya. Pada akhirnya, ini bukan tentang karena saya nggak bisa cari yang lain, yang banyak, atau yang lebih, tapi karena saya jadi bahagia dengan suka sama makhluk ini. Siapakah makhluk ini? Kelak kita cari tau.

Percaya deh, pokoknya ada.

Jangan Berhenti

Standard

Kita tidak pernah tau berapa banyak waktu yang kita punya. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Sebisa mungkin bangun lebih pagi, bekerja lebih giat, berdoa dan meminta kepada Allah untuk hal-hal terbaik dalam hidup kita, dan tetap memperbaiki diri.

Orang yang punya harapan adalah orang yang punya segalanya. Tapi jangan sampai harapan itu menuntun kita pada ambisi dan ekspektasi berlebihan yang menyamarkan batas arti realistis.

Hidup adalah perjuangan. Setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Dan bertahan, juga merupakan salah satu bentuk perjuangan. Berjuang lebih keras sedini mungkin. Jika gagal, gagal juga sedini mungkin. Dan jangan gagal sia-sia, segera bangkit ambil hikmahnya dan mulai berjuang kembali. Seberapa banyak orang yang mematahkan harapanmu, selalu ada celah dan kesempatan untuk berhasil.

Jangan berhenti berjuang, Sayang. Siapa yang tau apa yang mungkin terjadi di ujung jalan sana, jika bukan kita yang berjalan di atasnya? Mari kita terkejut bersama. Atas kegagalan dan keberhasilan dari proses perjuangan kita. Karena seperti yang pernah kamu bilang,”Sukses bisa dibeli, tapi tidak dengan nilai perjuangan,”

Selamat pagi.

Doa Dhuha

Standard

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Aamiin.

Yuk kita biasakan sholat dhuha.

Goodnight, Sweetheart

Standard

Sekarang selalu ada yang ngingetin saya dengan caranya sendiri tanpa harus bikin saya sakit. Jangan bikin mama marah. Jangan bikin orang lain nunggu. Jangan tidur malem-malem. Jangan bangun siang-siang. Jangan memperlakukan orang lain sebagaimana kamu nggak mau diperlakukan. Jangan gampang nyerah. Bilang terima kasih. Jangan ngeluh. Menghargai orang lain. Jangan beli barang yang nggak perlu. Jangan boros. Jangan lupa nabung.

Sekarang saya tau kalo lagi capek abis kerja, nggak enak diajak berantem. Saya juga tau kalo pulang kerja capek, akan lebih ngademin ati kalo ada yang dituju.

Sekarang ada yang bikin semangat jadi lebih baik soalnya kalo mau belajar ada temennya. Belajar sholat sunnah. Ngelengkapin sholat fardhu. Belajar sholat tepat waktu. Belajar bisnis. Belajar hidup hemat. Belajar hal-hal yang kita perlu pelajarin.

Sabar, sayang. Mungkin butuh satu hari atau bahkan satu tahun, tapi apa yang seharusnya terjadi akan mencari jalannya sendiri.

Goodnight, sweetheart.

Doa

Standard

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau memberi petunjuk hatiku, Engkau kumpulkan dengannya urusan-urusanku, Engkau persatukan segala tercerai berai, Engkau memperbaiki segala yang tidak tampak padaku (agamaku), Engkau angkat kesaksianku, Engkau sucikan amalanku, Engkau kembalikan segala yang aku senangi, Engkau selesaikan utangku, Engkau putihkan wajahku, dan Engkau pelihara aku dari segala keburukan,” (Al-Jaami’ As-Sahih Sunan Tirmidzi No. 3419)

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu untuk menunjukkan aku jalan yang terbaik, melalui pengetahuan-Mu, dan aku meminta kepada-Mu untuk menguasakan aku melalui kuasa-Mu, dan aku meminta pada-Mu untuk melimpahkan padaku kebaikan luar biasa-Mu, karena Engkau Maha Kuasa, sedang aku lemah. Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau mengetahui segala sesuatu yang tidak terlihat,”

The Gejedotcom Reunion

Standard

Hari ini spesial banget bisa ketemu dan quality time bareng Titus dan Brian setelah sekian lama nggak ketemu Titus. Alhamdulillah, di antara para gejedot yang super sok sibuk ini, saya paling sering mondar mandir sana sini dan bisa ketemu paling enggak salah satu, salah dua, yang jelas nggak salah semua di antara para gejedot. Jadi kabar kami adalaaaaaaaaah…baik. Begitulah.

Kita mulai kabar dari yang paling jauh dan paling memarjinalkan dirinya sendiri sampe bentuknya mirip kaum marjin, yakni Titus Adi Kurniawan. Yang tadi kita bahas di salah satu cafe yang buka sampai satu jam sebelum tengah malem di Madiun, bahwa Titus ini satu-satunya bocah yang paling nggak ribet hidunya dalam dunia pendidikan dan karirnya. Sejak masuk kuliah sampe sekarang, hidupnya adem ayem. Sekolahnya sesuai dengan minat dan bakatnya. Hidupnya di Bandung juga penuh dengan suka cita sesuai dengan passion hidupnya, jiwa seninya, bakat yang dia punya, bahkan dia ketemu dengan belahan jiwanya juga di Bandung. Walaupun di awal, dia sempet melalui lika-liku percintaan dengan penuh luka-luka. Halah.’Konon, menurut kabar yang kita telisik dari sumber yang terpercaya, yakni orangnya sendiri, bahwa Titus yang abis wisuda bareng saya (tanggalnya doang tapi beda kampus), udah mulai kerja, tapi kontrak kerja yang kali ini bakalan abis sampai Desember tahun ini. Abis itu dia mulai kerja sebagai dosen di UNIKOM sampai bulan Juni 2015. Setelah itu dia bakal nerusin kuliah di ITB untuk program pasca sarjana. Good luck, studinya ya Titus. Sukses selalu, biar cepet nikah sama Nata :D

Kabar kedua yang kita peroleh dari Kitto yang saya temui bulan lalu, dia masih hidup, kuliah, dan bahagia bersama ceweknya yang merupakan mantan model iklan sunlight. Berdasarkan status line-nya, si Kitto ini lagi keki sama satpam kampusnya, masalahnya apaan? Hanya doi, satpam, dan Tuhan yang tau.

Kabar ketiga dari Brian, yang suka melihat dunia dari banyak sisi. Sisi Similikiti khususnya. Alhamdulillah, doi sudah mengutarakan niatnya sama keluarga ceweknya untuk lebih serius melangkah ke jengjang berikutnya. Sementara di dunia pendidikan, doi bakal di wisuda bulan ini, tepatnya tanggal 18 November. Bulan ini bakal jadi bulan yang membahagiakan buat doi karena doi juga bakal jadi lebih tua di tanggal 23, kado terindahnya? Tentu aja gelar sarjana. Seenggaknya satu step dalam kehidupannya udah terlewati. Buruan menginjak pada level yang lain.

Jadi, gimana kabar Tika dan Raina?

Kita mulai kabar dari Tika. DUa hari yang lalu, doi jam 3 pagi ngeline manggil saya doang. Saya tanyain kenapa, katanya kangen. Saya tanyain doi belum tidur apa udah bangun, katanya belom tidur, mikirin skripsi. Yaelah, sampe nagabonarjadibanyak juga itu skripsi kagak bakal kelar kalo cuma dipikirin. Selain itu, menurut timeline line-nya doi, pundi-pundi kekayaannya doi makin hari makin banyak dengan adanya doi rajin maen Let’s Get Rich. Tampaknya, dua dari gejedotcom yang belom lulus ini cuma tinggal Kitto dan Tika. Buruan deh, guys. Masih betah amat sih di kampus.

Oke sekarang kita bakal ngomongin Raina yang lagi sibuk mewujudkan rencananya untuk studi di Jerman. Doi udah les bahasa Jerman, berusaha menghidupi dirinya sendiri di Jogja, dari kemaren check in di Path lagi di BKD Sleman, dikirain cari kerjaan apa udah jadi PNS, ternyata lagi ikut bantuin kegiatan temen sekalian cari ceperan. Doi yang sebelumnya ngontrak bareng kakaknya di daerah Klebengan, sekarang pindah kontrakan di Jalan Magelang. Doi juga udah punya cowok dan hidupnya bahagia. Alhamdulillah.

Alhamdulillah, kangen banget deh sama mereka semua. Kangen masa-masa ngumpul di rumah siapa gitu, saling bully sana sini, nongkrong sana sini, bertukar pendapat sampe brainstorming. Kangen banget. Kapan lagi bisa kumpul bareng berenem, Smoga semua sehat, dikasih Allah umur yang panjang, supaya bisa ketemu dan mempererat tali silaturahmi sampe ke anak cucu. Aamiin.

Goodnight guys, with love..

Another gejedot